Ubah Nama Localhost

[sumber]

Setelah menginstall Apache web server,  tampilan web server bisa dilihat dengan mengetikkan “localhost” (tanpa tanda kutip) atau http://localhost atau http://127.0.0.1 pada address bar web browser.  Nah, ini caranya buat ganti nama localhost.

  1. Cari dan edit file C:\windows\system32\drivers\etc\hosts (edit dengan menggunkan notepad atau wordpad)
  2. Cari tulisan 127.0.0.0 localhost
  3. untuk mengubah, kamu tinggal ganti nama localhost menjadi nama yang kamu kehendaki.
  4. Kemudian Save
  5. Coba  pada browser kamu.

//

Menginstall PHP 4 dan PHP 5 di Windows XP dengan satu server Apache2

Nie masih dalam masa prakerin di Gamatechno, harus merubah web server, db server dkk. dari yang biasanya pake xampp jadi harus kepisah-pisah karena harus bisa njalanin 2 versi PHP. Sebenernya pake xampp versi 1.6.8(klo g salah) udah bisa support 2 versi php tapi pake phpSwitch (cuma tau, tapi belum pernah nyoba. :D ). Udah gogling2 nemu banyak sumber, tapi yang ane coba nie sumber, but in english, (n berhasil dengan utak-utik sedikit) so terjemahin aja (thx to google translate) sekalian posting di blog. check this out ::

PERSIAPAN

Pertama-tama Anda harus membersihkan komputer Anda dari semua Apache dan instalasi PHP. Membuat cadangan dari direktori htdocs untuk menyimpan proyek Anda saat ini dan benar-benar menghapus instalasi Apache dan PHP.  Dengan ini berarti membersihkan TOTAL.  Anda harus menghapus SEMUA Apache dan PHP DLL dan file konfigurasi. Jika Anda tidak melakukan itu Anda akan berakhir menarik rambut dari kepala Anda, percayalah yang satu ini …

Setelah ini, pastikan Anda reboot komputer Anda, dan melakukan instalasi Apache 2 . Saya sarankan Anda memilih instalasi CUSTOM, dan instal ke C: / Apache2 .

START

Sekarang kita dapat men-download PHP 4 dan PHP 5 paket terbaru dan unzip mereka ke direktori terpisah.   Sebagai contoh C: / php4 / dan C: / php5 /.   Setelah ini sangat penting untuk menambahkan kedua direktori pada lingkungan variabel PATH dari instalasi Windows Anda.

Anda dapat melakukannya dengan masuk ke:

START MENU->SETTINGS->CONTROL PANEL->SYSTEM->ADVANCED->ENVIRONMENT VARIABLES,

dan mengedit variabel PATH, dan menambahkan dua direktori ke daftar, dipisahkan oleh tanda ‘;’

Setelah reboot (hanya untuk keamanan), kita bisa mulai dengan konfigurasi PHP 5 sebagai CGI / FAST CGI.  Pertama kita perlu menyiapkan Apache sub domain untuk PHP 5.  Hal ini dapat php5.localhost atau apapun yang Anda inginkan. Untuk melakukannya, buat subdir / php5 di dir htdocs dari instalasi Apache2 Anda. Edit file httpd.conf (di Apache /conf direktori) dan masukkan baris-baris di bagian bawah file:

NameVirtualHost *:80

<VirtualHost *:80>

ServerName localhost

DocumentRoot "C:/apache2/htdocs"

</VirtualHost>

<VirtualHost *:80>

ServerName php5.localhost

DocumentRoot "C:/apache2/htdocs/php5"

ServerAdmin webmaster@webmasterland.com

DirectoryIndex index.php index.html index.htm

SetEnv PHPRC C:/php5

ScriptAlias /cgi-bin/ "C:/php5/"

Action php5-script /cgi-bin/php-cgi.exe

AddHandler php5-script .php .html

ErrorLog logs/error5.log

CustomLog logs/access5.log combined

</VirtualHost>

Read more of this post

Pengertian Singkat XML

Waktu Online di kantor, eh ada seorang temen nanya tentang XML, langsung aja googling ternyata nemuin nie artikel di internet(sumber). Posting aja di blog ndiri buat belajar ntar….

XML (eXtended Markup Language) adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyimpan data (tidak ada program) dan tidak tergantung dengan tools tertentu (seperti editor, dbms, compiler, dsb). Jika demikian, Lalu digunakan untuk apa dokumen XML ini?
XML adalah merupakan suatu bahasa Markup. Markup yaitu bahasa yang berisikan kode-kode berupa tanda-tanda tertentu dengan aturan tertentu untuk memformat dokumen teks dengan tag sendiri agar dapat dimengerti.

Perbedaan antara XML dan HTML
Perlu di ingat bahwa:

XML bukan merupakan pengganti HTML.
XML dan HTML yang dirancang dengan tujuan yang berbeda:
XML dirancang untuk transportasi dan menyimpan data, dengan fokus pada apa data.
HTML dirancang untuk menampilkan data, dengan fokus pada bagaimana data terlihat.

HTML adalah tentang menampilkan informasi, sedangkan XML adalah membawa informasi tentang.

Keuntungan XML

- Ekstensibilitas : dapat ditukar/digabung dengan dokumen XML lain
- Memungkinkan pemrograman yang lebih baik:
maka dibuat suatu software pengolah XML
- Memisahkan data dan presentasi. Yang akan direpresentasikan dalam XML dan XSLT
- Pencarian data cepat karena XML merupakan data dalam format yang terstruktur
- Plain Text dan platform independent
- Untuk pertukaran data

Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti:
- Sebagai penyimpan data (database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
- Standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan, atau mentransfer data dari DBMS yang berbeda (mis: Oracle ke SQL Server).
- Sebagai acuan membuat bahasa baru, seperti WML (Wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protokol WAP, atau VoiceXML yang digunakan sebagai bahasa markup untuk pengenalan suara, dialog, aplikasi interaksi respon suara maupun DTMF (seperti aplikasi pengisian pulsa atau call center), dan sebagainya.
- Sebagai file konfigurasi, di Java dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.

Read more of this post

Contoh Penggunaan Subversion

Sebelum memulai bekerja dengan subversion, ada beberapa konsep yang harus dipahami mengenai version control. Diantaranya adalah versioning model dan mekanisme delta. Aplikasi version control yang berbeda dapat mengimplementasikan konsep ini secara berbeda pula.

# Permasalahan file sharingMisalnya ada dua programmer Endy dan Anton, sedang bekerja di sebuah file yang sama. Mari kita lihat apa yang terjadi bila kita tidak menggunakan version control, tetapi mengandalkan mekanisme file sharing. Mekanisme file sharing ini menyimpan file dalam sebuah repository yang terletak di sebuah komputer yang salah satu foldernya dishare, atau di FTP server, atau yang paling primitif, source code diletakkan di dalam USB Flashdisk.

Ketika akan mulai bekerja, Endy dan Anton akan mengambil file yang sama dari dalam repository. Setelah itu Endy dan Anton mulai bekerja di folder lokal masing-masing.

img1 img2

Kebetulan Endy selesai lebih dulu. Kemudian dia segera menyimpan perubahan di repository. Tidak lama kemudian Anton selesai bekerja dan mengirimkan perubahan yang sudah dilakukanya ke dalam repository.

img3 img4

Tanpa adanya aplikasi Version Control yang baik, perubahan yang dibuat oleh Anton akan menimpa perubahan yang telah disimpan Endy sebelumnya. Bayangkan jika jumlah programmer tak hanya dua, melainkan puluhan atau bahkan ratusan orang. Maka akan terjadi kekacauan. Permasalahan File sharing ini dapat diselesaikan dengan dua pendekatan yaitu model Lock-Edit-Unlock, dan model Checkout-Edit-Merge.

# Model lock-edit-unlockModel lock-edit-unlock adalah model yang dipilih oleh Microsoft untuk mengembangkan version controlnya yaitu Visual Source Save. Dengan skenario yang sama, kita akan melihat bagaimana model ini mengatasi masalah file sharing.

Read more of this post

Menggunakan Subversion

sumber

# Membuat project baru

Jika kita bergabung ke dalam sebuah tim pengembangan perangkat lunak yang sudah berjalan, kemungkinan besar sudah tersedia repository dan server Subversion yang sudah terisi data dan kita tinggal menggunakannya. Namun jika kita baru memulai project pengembangan perangkat lunak, kita harus membuat repository baru yang masih kosong.

Pada bagian ini, kita akan melihat bagaimana memmulai project baru, membuat repository kosong dan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam mengatur folder repository.

# Membuat repository baruCara membuat repository baru menggunakan TortoiseSVN sangatlah mudah, pertama-tama buatlah sebuah folder baru yang masih kosong, misalnya D:\svnrepo, folder ini nantinya akan berisi repository-repository proyek pengembangan perangkat lunak. Kemudian buat lagi sebuah folder baru didalam D:\svnrepo, misalnya : dataviewer.

Setelah folder untuk menyimpan repository dan folder untuk menyimpan proyek selesai dibuat, kita sudah siap untuk membuat repository baru, caranya sangat mudah. Buka windows explorer, klik kanan di jendela explorer sebelah kanan, pilih menu:
[ TortoiseSVN > Create repository here... ]

Kemudian akan muncul jendela yang akan menanyakan apakah tipe dari repository yang akan digunakan? Terdapat dua pilihan, yaitu: Native Filesystem (FSFS) atau Barkeley DB (BDB). Pilih FSFS, kemudian klik OK.

Setelah selesai, maka repository sukses dibuat dan kita akan melihat beberapa file dan folder dibuat secara otomatis oleh Subversion. File-file ini digunakan oleh Subversion untuk menyimpan semua data kode sumber, dan digunakan untuk menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh subversion. Kita tidak akan pernah mengedit file-file ini secara langsung, kecuali file-file yang berada dalam folder hooks. File yang berada dalam folder hooks disebut dengan Hooks script yang merupakan file executable dan dijalankan oleh subversion pada event-event tertentu.

Kita tidak perlu membahas secara detail semua file yang dibuat secara otomatis oleh Subversion. Yang harus kita perhatikan adalah alamat dari folder yang telah kita buat tadi, yaitu : D:\svnrepo\dataviewer. Alamat ini nantinya akan kita gunakan sebagai alamat untuk mengakses repository.

Untuk mengetahui apakah repository yang telah kita buat sukses, maka cobalah dengan mengakses repository tersebut menggunakan repo-browser dari TortoiseSVN. Berikut ini langkah-langkah menampilkan isi repository menggunakan repo-browser:

  1. Munculkan windows explorer context (pop-up) menu dengan melakukan klik-kanan jendela bagian kanan dari windows explorer.
  2. Pilih menu [ TortoiseSVN > Repo-browser ]
  3. Setelah itu akan muncul jendela input yang meminta kita untuk memasukkan alamat repository yang akan dilihat. Masukkan alamat URL : file:///D:\svnrepo\dataviewer kemudian klik OK
  4. Setelah semuanya dilakukan, akan muncul jendela Repo-browser

Bisa kita lihat bahwa repository yang barus saja kita buat berhasil dan tentu saja isinya masih kosong.

Read more of this post

Instalasi TortoiseSVN

sumber
Dalam tutorial ini akan dibahas aplikasi client dari subversion yaitu TortoiseSVN. Langkah-langkah instalasinya sebagai berikut:

  1. Aplikasi TortoiseSVN dapat didwonload dari alamat http://tortoisesvn.tigris.org.
  2. Setelah di download double click file hasil downloadnya, dalam hal ini adalah TortoiseSVN-1.4.3.8645-win32-svn-1.4.3.msi, kemudian ikuti instruksi selanjutnya dengan menggunakan konfigurasi default.


Setelah selesai proses instalasi, restart windows agar proses integrasi TortoiseSVN dengan windows explorer berjalan sukses, seperti yang ditunjukkan gambar diatas.

Instalasi Subversion

sumber
Untuk menginstal Subversion langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Pertama-tama silahkan download Subversion Package versi windows dari website http://subversion.tigris.org.
  2. Hasil download adalah berupa file .exe,  double click file tersebut dan ikuti langkah-langkah instalasi selanjutnya tanpa merubah konfigurasi apapun, cukup gunakan konfigurasi default.
  3. Lakukan pengecekan apakah Subversion sukses terinstal dengan membuka “Command Prompf
    [ Start > Run > cmd ]
  4. Ketikkan “svn” pada command prompf, jika proses instalasi berhasil maka akan muncul pesan “type svn help for usage

Sampai disini Subversion sudah dapat digunakan dengan protokol file:///. Protokol ini mensyaratkan repository harus berada didalam komputer lokal. Protokol file juga bisa mengakses repository yang berada di mesin/komputer yang berbeda dengan menggunakan mekanisme file sharing, namun cara ini sangat tidak dianjurkan karena dapat memunculkan kemungkinan error yang belum dapat di prediksi sepenuhnya.

Cara yang lebih baik untuk mengakses repository Subversion adalah dengan menggunakan protokol svn://. Protokol ini memerlukan program svnserve dijalankan disisi repository server untuk mendengarkan dan merespon perintah svn client.

Ada dua cara untuk menjalankan svnserve di windows, cara pertama adalah menjalankan svnserve dengan “Command prompt“. Tetapi cara ini sangat tidak praktis, karena jendela command prompt akan selalu tampil selama svnserve berjalan. Jika jendela command prompt secara tidak sengaja ditutup, maka program svnserve juga akan berhenti. Masalah lain akan timbul jika komputer server mati atau restart tanpa terjadwal, svnserve tidak otomatis dijalankan, sehingga layanan subversion melalui protokol svn:// tidak dapat diakses oleh pengguna.

Cara kedua adalah dengan menginstall svnserve sebagai windows service, sehingga svnserve akan berjalan di background secara transparan. Kita juga dapat mengelola service svnserve dengan lebih baik, misalnya dengan menjalankanya menggunakan User System, autostart ketika windows baru saja dinyalakan dan lain-lain. Caranya sangat gampang, jalankan command berikut ini di dalam command prompt:

sc create Subversion binpath= “c:/program files/subversion/bin/svnserve.exe –service –root d:/cvsrepo” displayname= “Subversion” start= auto obj= “NT AUTHORITY\LocalService”

Keterangan :

  1. sc perintah windows untuk mengelola service, mempunyai beberapa option antara lain: create, start, delete
  2. binpath berisi perintah untuk menjalankan perintah yang akan dijalankan sebagai windows service.
  3. svnserve.exe modul subversion untuk menerima dan mengirim response perintah subversion melalui protokol svn://
  4. –service option svnserve untuk menjalankanya dalam mode service.
  5. –root d:/svnrepo option untuk menggunakan folder tersebut sebagai tempat dimana semua repository Subversion akan disimpan
  6. displayname nama yang nantinya akan ditampilkan di jendela service sebagai pengenal dari service
  7. start mode penjalanan service ketika windows pertama kali dinyalakan, dalam hal ini auto, artinya service svnserve akan otomatis dijalankan ketika windows pertama kali dinyalakan.
  8. obj option ini disarankan oleh microsoft untuk memilih user yang akan menjalankan service.

Catatan:

  • Antara tanda = dengan nilai dari option harus diberi satu spasi. contoh start= auto, jika anda mengetikan start=auto atau start = auto perintah tersebut akan gagal.
  • Perintah tersebut harus diketik dalam satu baris.
  • Artikel ini didasarkan pada Windows XP SP2. Belum dilakukan pengetesan untuk versi windows yang lainya.

Keuntungan Menggunakan Subversion

sumber

Subversion merupakan salah satu aplikasi Version Control yang sifatnya gratis dan legal (opensource). Selain itu subversion sudah menjadi standard de facto version control di dunia opensource. Misalnya, situs kolaborasi terbesar di dunia sourceforge.net sudah bermigrasi ke Subversion begitu juga situs dev.java.net sudah bermigrasi ke subversion.

CollabNet membuat subversion sebagai pengganti langsung dari CVS yang sudah tidak dapat mendukung model pengembangan software dewasa ini. CVS mempunyai beberapa kekurangan , antara lain :

  1. Tidak mendukung atomic commit
  2. Tidak mendukung penyimpanan file binary
  3. Tidak mendukung rename file atau folder
  4. Tidak dapat menyimpan perubahan pada file yang sudah didelete
  5. Ijin akses tidak dapat diatur per folder

Subversion mengatasi semua kelemahan dari CVS dengan sangat elegan. Dengan desain seperti ini Subversion dapat diandalkan untuk mencatat semua perubahan sumber kode dengan sangat teliti. Terutama di era sekarang ini yang mengandalkan paradigma OOP dalam pengembangan software. OOP paradigma menggunakan metode “code by interface” yang terkadang memerlukan langkah refactoring dengan menganti nama method, class (file) atau nama package (folder). CVS tidak dapat mencatat perubahan kode program karena ada penggantian nama dari file atau folder.

Selain mengatasi kekurangan dari CVS, subversion juga mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan CVS, antar lain :

  • Dapat dijalankan dalam beberapa protokol, antara lain: HTTP, file, svn dan svn+ssh.
  • Dapat melakukan otentikasi user melalui protokol LDAP
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.