Menggunakan Subversion

sumber

# Membuat project baru

Jika kita bergabung ke dalam sebuah tim pengembangan perangkat lunak yang sudah berjalan, kemungkinan besar sudah tersedia repository dan server Subversion yang sudah terisi data dan kita tinggal menggunakannya. Namun jika kita baru memulai project pengembangan perangkat lunak, kita harus membuat repository baru yang masih kosong.

Pada bagian ini, kita akan melihat bagaimana memmulai project baru, membuat repository kosong dan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam mengatur folder repository.

# Membuat repository baruCara membuat repository baru menggunakan TortoiseSVN sangatlah mudah, pertama-tama buatlah sebuah folder baru yang masih kosong, misalnya D:\svnrepo, folder ini nantinya akan berisi repository-repository proyek pengembangan perangkat lunak. Kemudian buat lagi sebuah folder baru didalam D:\svnrepo, misalnya : dataviewer.

Setelah folder untuk menyimpan repository dan folder untuk menyimpan proyek selesai dibuat, kita sudah siap untuk membuat repository baru, caranya sangat mudah. Buka windows explorer, klik kanan di jendela explorer sebelah kanan, pilih menu:
[ TortoiseSVN > Create repository here… ]

Kemudian akan muncul jendela yang akan menanyakan apakah tipe dari repository yang akan digunakan? Terdapat dua pilihan, yaitu: Native Filesystem (FSFS) atau Barkeley DB (BDB). Pilih FSFS, kemudian klik OK.

Setelah selesai, maka repository sukses dibuat dan kita akan melihat beberapa file dan folder dibuat secara otomatis oleh Subversion. File-file ini digunakan oleh Subversion untuk menyimpan semua data kode sumber, dan digunakan untuk menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh subversion. Kita tidak akan pernah mengedit file-file ini secara langsung, kecuali file-file yang berada dalam folder hooks. File yang berada dalam folder hooks disebut dengan Hooks script yang merupakan file executable dan dijalankan oleh subversion pada event-event tertentu.

Kita tidak perlu membahas secara detail semua file yang dibuat secara otomatis oleh Subversion. Yang harus kita perhatikan adalah alamat dari folder yang telah kita buat tadi, yaitu : D:\svnrepo\dataviewer. Alamat ini nantinya akan kita gunakan sebagai alamat untuk mengakses repository.

Untuk mengetahui apakah repository yang telah kita buat sukses, maka cobalah dengan mengakses repository tersebut menggunakan repo-browser dari TortoiseSVN. Berikut ini langkah-langkah menampilkan isi repository menggunakan repo-browser:

  1. Munculkan windows explorer context (pop-up) menu dengan melakukan klik-kanan jendela bagian kanan dari windows explorer.
  2. Pilih menu [ TortoiseSVN > Repo-browser ]
  3. Setelah itu akan muncul jendela input yang meminta kita untuk memasukkan alamat repository yang akan dilihat. Masukkan alamat URL : file:///D:\svnrepo\dataviewer kemudian klik OK
  4. Setelah semuanya dilakukan, akan muncul jendela Repo-browser

Bisa kita lihat bahwa repository yang barus saja kita buat berhasil dan tentu saja isinya masih kosong.

# Struktur folder repositorySetelah repository selesai dibuat, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan struktur folder dari repository. Struktur folder ini sangat penting untuk diperhatikan, karena struktur folder yang rapi dan jelas dapat memudahkan pengguna mengerti isi repository hanya dengan melihat struktur dan nama folder. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari kesalahan yang mungkin dilakukan oleh user, misalnya commit ke folder yang salah.

Secara umum folder dalam repository dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Trunk, dimana semua kode program yang masih dalam tahap pengembangan berada
  2. Tag, pada beberapa event tertentu kita perlu menandai repository dan membuat titik yang jelas dimana kita bisa mengembalikan kondisi kode program dengan mudah. Misalnya rilis aplikasi ke QC, rilis aplikas ke publik atau menginstal program ke lingkungan production.
  3. Branch, jika kita ingin bekerja secara paralel, misalnya ada satu tim kecil pengembang yang melakukan bug fixing dan tim yang lain tetap menambahkan fitur baru ke folder trunk, kita perlu satu folder terpisah untuk bekerja, folder untuk memenuhi kebutuhan ini disebut sebagai branch.

Untuk membuat ketiga folder tersebut sangat mudah, buka kembali Repo-browser dengan URL repository yang baru saja kita buat tadi. Lihat bagian sebelumnya untuk mengetahui langkah-langkah membuka Repo-browser.

Setelah Repo-browser terbuka, maka kita siap untuk membuat folder baru, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Klik kanan didalam repo-browser untuk menampilkan context menu, pilih menu create folderSetelah itu akan muncul jendela input untuk memasukkan nama dari folder yang baru saja dibuat. Masukkan tiga buah nama folder yang sudah kita definisikan sebelumnya: trunk, branch dan tag.

Setelah repository sukses dibuat dan struktur folder repository telah siap, hal berikutnya yang perlu kita lakukan adalah menentukan struktur folder untuk project kita. Kita melakukan ini dengan cara yang sedikit berbeda dengan ketika kita membuat struktur folder repository.

Ada dua cara yang bisa dilaksanakan untuk mengubah isi dan struktur folder repository. Cara pertama adalah dengan langsung mengedit isi repository dengan menggunakan repo-browser seperti sebelumnya sudah kita lakukan.

Cara kedua adalah dengan melakukan check-out repository ke folder lokal, lakukan perubahan terhadap folder lokal, baru kemudian gunakan perintah-perintah Subversion untuk mengupdate repository seperti commit, import dan add.

About Brillyan
just an ordinary boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: